Selasa, 03 April 2012

Artikel Permasalahan Agama di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
I.1Latar Belakang
Belakangan ini, seperti yang kita ketahui di Indonesia banyak terjadi permasalan-permasalahan antar umat beragama. Hal ini di sebabkan minimnya rasa persaudaraan dan rasa memiliki dan membutuhkan antara satu dengan yang lain, antar umat beragama. Selain itu salah satu pemicu adanya pertikaiyan antar umat beragama ini adalah kurangnya rasa toleransi. Rasa toleransi sangat di perlukan di dalam kehidupan beragama, karena hal ini dapat menciptakan kedamaian antar umat beragama.
Pertikaian yang terjadi belakangan ini terkadang di sebabkan oleh masalah kecil seperti masalah batas wilayah, ekonomi,politik serta kurangnya kesadaran antara masing-masing individu yang berlanjut kemasalah agama. Masalah ini sering kali mengatas namakan agama, karna  agama memiliki tirai atau pembatas yang sangat tipis dengan masalaha-masalah di atas. Sehingga sedikit saja terjadi masalah tersebut maka agama akan di ikut sertakan.
Pertikaian antar umat beragama di Indonesia khususnya banyak terjadi di kalangan Agama Kristen dan Agama muslim, ada juga yang terjadi dengan agama-agama lain. pertikaian ini sering kali menjatuhkan korban yang tidak sedikit, dan menyebabkan kerugian baik dari segi material, maupun spiritual. Jadi sebenarnya tidak ada gunanya kita melakukan suatu pertikaian, apalagi sesama umat beragama, karena seperti semboyan bangsa Indonesia yaitu “ BHINEKA TUNGGAL IKA “, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua, semboyan inilah yang harus benar-benar kita maknai dalam menghadapi perbedaan antar agama, apalagi Indonesia merupakan Negara kesatuan dan persatuan,.Untuk itu mari kita terapkan semboyan ini di kehidupan berbangsa dan bernegara.
1
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa dan bagaimana masalah hubungan antar umat beragama di Indonesia ?
2. Apakah penyebab masalah hubungan antar umat beragama di Indonesia ?
3.Bagaimana solusi menghadapi masalah hubungan antar umat beragama di Indonesia ?

I.3 Tujuan
Tujuan umum : untuk mengetahui segala permasalahan yang sering terjadi di Indonesia, dan dapat berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan.
Tujuan khusus : untuk lebih mengetahui permasalahan hubungan agama yang ada di Indonesia dan dapat mencari solusi dari permasalahan tersebut.

I.4 Manfaat Penulisan
Dalam penulisan sebuah karya tulis tentu harus mempunyai sebuah manfaat , baik itu bagi penulis maupun pembaca , agar sebuah karya tulis mempunyai tujuan dan manfaat, penulisan paper ini sangat diharapkan bermanfaat bagi seluruh pembaca, terutama dalam kesadaran antar umat beragama, sehingga mampu menciptakan suasana yang harmonis dalam kehidupan ,serta mampu menghargai semua perbedaan yang ada,terutama yang sangat menjadi permasalahan di Indonesia yaitu masalah agama ,dimana belakangan ini sering terjadi konflik-konflik antar agama . Jadi dengan selesainya tugas ini sangat diharapkan semua konflik seperti itu tidak akan terjadi lagi di Indonesia.



2
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Hubungan dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
            Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku ,adat, budaya serta agama yang berbeda-beda menimbulkan suatu interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat, terutama agama yang sangat berpengaruh besar di Negara Indonesia. Indonesia yang memiliki beberapa agama sering menimbulkan suatu masalah yang sangat perlu diperhatikan karena semua itu akan menimbulkan perpecahan yang mengakibatkan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara .

            Hubungan antar agama sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ,agar tidak terjadi konflik-konflik antar masyarakat yang sering  mengatas namakan agama, semua itu harus diperhatikan terutama hubungan antar-antar agama. Hubungan antar agama dapat diartikan sebagai bentuk solidaritas sesama manusia yang ditunjukan dalam kehidupan yang harmonis ,menghormati semua agama yang ada  serta terjalinnya hubungan sosial yang baik antar umat beragama dalam segala bidang, sehingga tercipta kerukunan dalam umat beragama.

            Kerukunan antar umat beragama dapat diartikan suasana yang damai,harmonis dan tidak ada konflik-konflik yang terjadi antar umat beragama, kerukunan akan tercipta hanya jika kita mampu memahami makna dalam sebuah perbedaan , dan mengerti hakekat manusia terutama hakekat manusia sebagai mahkluk sosial, dimana manusia tidak akan bisa hidup dengan baik tanpa adanya bantuan dari orang lain,jika kita menyadari hal tersebut mungkin kita akan berpikir kita semua saling membutuhkan satu sama lain dan mampu menghilangkan
3
rasa perbedaan yang ada, sebuah perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan ,kerena perbedaan membuat dunia ini indah.

             Agama adalah tuntunan hidup yang kita terima sebagai sebuah kepastian hidup, dengan beragama, maka kehidupan menjadi lebih nyaman dan terarah serta teratur. Tidak ada lagi tindakan-tindakan anarkis yang mengatasnamakan kemanusiaan.
Agama menjadikan  kita mengetahui segala hal yang baik, begitu juga segala hal yang buruk bagi kehidupan kita dan masyarakat kita. Kehidupan kita menjadi lebih baik sebab banyak tuntunan yang kita dapatkan dan banyak larangan yang menjadikan kita mengetahui apa yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan.
Termasuk dalam hal ini adalah penciptaan kondisi hidup penuh kerukunan antar umat beragama, kita harus dapat menciptakan hidup dan kehidupan yang penuh kerukunan agar nyaman dan tidak terjebak dalam sifat ego terkait dengan kepercayaan, kita harus menciptakan kerukunan umat beragama dalam kehidupan kita sehingga masyarakat kita menjadi masyarakat yang tenang dan aman.
Kerukunan umat beragama sangat menentukan kondisi kehidupan kita di masyarakat,  kita masing-maisng memegang teguh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat akan menjadi satu komunitas terbaik dan mendukung peningkatan eksistensi diri. Masyarakat yang rukun adalah masyarakat yang memungkinkan terciptanya sebuah komunikasi antar personal sebaik-baiknya dan menghindarkan berbagai keburukan yang mungkin dapat tercipta.
4
II.2.Penyebab Masalah Antar Agama di Indonesia
            Masalah antar agama di Indonesia sering berdampak pada kehidupan sosial seluruh masyarakat,dimana jika terjadi suatu konflik di suatu daerah maka dampaknya  secara tidak langsung akan mempengaruhi masyarakat pemeluk-pemeluk agama yang terlibat konflik dilain daerah sehingga terjadilah perpecahan dalam masyarakat.
Kerukunan dalam umat beragama semakin berkurang seiring dengan kemajuan peradaban,sumua itu tidak lain dikarenakan pergeseran atau perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Kerukunan hidup beragama adalah keharmonisan hubungan dalam dinamika pergaulan dan kehidupan bermasyarakat yang saling menguatkan dan diikat oleh sikap pengendali diri dalam wujud:
1) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya;
2) Saling hormat menghormati dan bekerja sama intem pemeluk agama, antara berbagai golongan agama dan antara umatumat beragama dengan pemerintah yang sama-sama beitanggung jawab membangun bangsa dan negara;
3) Saling tenggang rasa dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Dalam rangka inilah Pemerintah melalui Departeman agama bertugas membina, mem-bimbing rakyat untuk beragama guna menjalankan agamanya, sesuai dengan salah satu tugas pokok Dapertemen Agama, yaitu memelihara dan melaksanakan falsafah negara pancasila dengan jalan membina, memelihara dan melayani rakyat agar menjadi bangsa Indonesia yang beragama.
                                                                        
                                                                         5
Peranan agama secara pribadi adalah penting, yaitu keyakinan dan ketentuan beragama tiap-tiap individu untuk tidak menjalankan hal-hal yang terlarang oleh agama. Karenanya sasaran penataan agama-agama dengan sendirinya tidak lain ditujukan kepada pemeluk agamanya masing-masing, supaya lebih mendalami penghayatan dan pengamalan ajaran-ajaran agamanya. Dengan demikian kerukunan akan mudah terbina jika setiap umat beragama taat ajaran agamanya masing-masing. Setiap agama mengajarkan kerukunan dan kebaikan, maka kalau orang sungguh-sungguh mentaati ajaran agama diharapkan kerukunan akan terbina.
Dalam kehidupan manusia yang demikian majemuk peran serta agama sangat berpengaruh untuk memberikan pengertian bagi setiap umat bagaimana hidup bertetangga dengan rukun dan penuh persahabatan dan tidak ada saling mencurigai serta mampu memahami bahwa agama yang dipeluk oleh orang lain juga mengajarkan hidup berdampingan dengan baik bahkan mampu saling menerima, serta mencairkan kehidupan yang bersifat elitisme yang berarti hanya kelompok tertentu yang diakui atau disegani. Kehidupan sosial yang tidak mengelompok dalam suatu komunitas dan adanya interaksi diantara sesama warga komunitas dapat dilihat sebagai potensi untuk terciptanya kerukunan antargolongan masyarakat, termasuk antaragama. Oleh karena itu, perlu diciptakan tempat interaksi yang dapat menjebatani perbedaan-perbedaan sosial yang dapat dilakukan untuk menciptakan solidaritas sosial. Ada sejumlah kegiatan dalam kehidupan sosial yang dapat dijadikan akomodatif dan terbuka bagi semua golongan sehingga dapat meredam isu dan konflik yang dapat muncul, terutama konflik yang bersifat antar agama, golongan atau antar kelompok. Kegiatan kerja bakti atau gotong royong dapat dilihat sebagai kegiatan kerjasama sosial kemasyarakatan yang didasarkan kebutuhan bersama yang diperlukan oleh komunitas yang bersangkutan.
6
Kegiatan kerja sama untuk kepentingan bersama ini dapat menjembatani keterpisahan yang disebabkan perbedaaan keyakin-an keagamaan yang dianut. Kerja sama dan arena interaksi lainnya dalam komunitas ketetanggaan dalam berbagai kelompok masyarakat dapat dikembangkan untuk menciptakan suasana kerukunan hidup antar umat beragama karena didasarkan atas keterikatan kepada tempat tinggal yang merasa dimiliki bersama.
            Belakangan ini sering kita lihat d Indonesia terjadi berbagai konflik, yang paling sangat disayangkan adalah konflik antar pemeluk agama yang berbeda, seperti bisa kita ambil beberapa contoh dibawah ini :
Ø   Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10,000 massa di Situbondo karena adanya konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman.
Ø   Adanya bentrok di kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) dengan masyarakat setempat hanya karena kesalahpahaman akibat kecurigaan masyarakat setempat terhadap salah seorang mahasiswa SETIA yang dituduh mencuri, dan ketika telah diusut Polisi tidak ditemukan bukti apapun. Ditambah lagi adanya preman provokator yang melempari masjid dan masuk ke asrama putri kampus tersebut. Dan bisa ditebak, akhirnya meluas ke arah agama, ujung-ujungnya pemaksaan penutupan kampus tersebut oleh masyarakat sekitar secara anarkis.
Ø   Perbedaan pendapat antar kelompok – kelompok Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) dan Muhammadiyah.
Ø   Perbedaan penetapan tanggal hari Idul Fitri, karena perbedaan cara pandang masing – masing umat.
           
7
Dari sekian contoh diatas kita dapat mengambil suatu kesimpulan bagaimana permasalahan agama di Indonesia menjadi suatu masalah yang tidak bisa diaanggap gampang, karena permasalahan gama akan menghilangkan rasa persatuan bangsa Indonesia. Selain contoh diatas masih banyak konflik-konflik lain seperti Konflik Poso dimana 2500 massa Kristen di bawah pimpinan Herman Parino dengan  bersenjata tajam dan panah meneror umat Islam di Kota Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 1998. Hal ii sengat menyedihkan, semua konflik tersebut tidak lain disebabkan oleh bebrapa fakto yaitu :
a)      Kurangnya rasa menghormati baik antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya ataupun sesama pemeluk agama.
b)      Adanya kesalahpahaman yang timbul karena adanya kurang komunikasi antar pemeluk agama.
c)      Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
d)     kurang memahami dan menghargai agama lain serta umat beragama lain;
e)      kurang memahami dan menghargai hakekat dan martabat manusia;
f)        kurang memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang universal, terutama cinta kasih;
g)      Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
h)      Fanatisme yang salah. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang paling benar, mau “menang sendiri”, tidak mau menghargai, mengakui dan menerima keberadaan serta kebenaran agama dan umat beragama yang lain.
            Semua faktor-faktor tersebut penyebab utama dari konflik-konflik yang terjadi di Indonesia, namun disamping itu faktor dasar dari itu semua adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman dari nilai-nilai yang ada dalam agama masing-masing.

8
II.3 Mengatasi Masalah Umat Beragama di Indonesia
            Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial.  Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.
            Pada penjelasan bab II dapat kita lihat berbagai contoh konflik-konflik agama yang terjadi di Indonesia,semua itu tentu saja tidak dapat kita biarkan begitu saja,karena itu semua akan mengancam keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu upaya dalam mencegah dan mengatasi masalah kerukunan antar agama masing-masing. Adapun langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mengatasi semua masalah tersebut, antara lain :
a)      Meningkatkan kesadaran umat beragama terhadap perbedaan.
b)      Menanamkan sikap tenggang rasa kepada sesama.
c)      Saling hormat-menghormati antar pemeluk agama yang berbeda-beda.
d)     Meningkatkan pengetahuan nilai-nilai agama masing-masing.
e)      Menghilangkan sikap fanatic yang berlebihan, yang selalu mengagung-agungkan agama sendiri secara berlebihan.
f)       Meningkatkan sikap solidaritas terhadap sesama.
g)      Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
Jika semua upaya-upaya diatas dilakukan dengan penuh kesadaran, maka tidak akan ada lg masalah atau konflik antar pemeluk agama, karena pada hakekatnya agama mengajarkan agar selalu hidup berdampingan.
9
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan dan Saran
Dari pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, ditarik beberapa kesimpulan mengenai masalah yang terjadi antara agama-agama di Indonesia (dalam sudut pandang teori konflik), antara lain sebagai berikut:
1.      Di Indonesia masih banyak terjadi konflik yang disebabkan oleh agama itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh kurangnya toleransi antar umat beragama karena masih merasa agama yang mereka anut adalah yang paling benar.
2.      Di bebarapa daerah Indonesia masih terdapat organisasi masyarakat agama  yang dominan di beberapa daerah Indonesia yang dapat menyebabkan timbulnya suatu keadaan yang merendahkan kelompok lain.
3.      Banyak aturan-aturan baru dari suatu agama yang membuat rumit agama itu sendiri sehingga menimbulkan pertentangan dengan norma-norma yang ada, yang mengakibatkan konflik.
4.      Penyebab utama terjadinya konflik agama adalah disebabkan oleh pengaruh kelompok agama itu sendiri yang sangat dominan di masyarakat serta kurangnya kesadaran dalam umat beragama. Selain itu agama juga menjadi alat bagi kaum elite tertentu untuk mempertahankan kekuasaannya.



10
Dari sekian banyak kasus yang telah diuraikan, kita mampu memberikan upaya-upaya untuk menangggulangi atau menyelesaikan konflik-konflik agama tersebut. Namun semua itu tidak akan jika masih banyak sifat egois dari masing-masing penganut agama yang fanatik sehingga implementasi dari peraturan yang dimaksudkan memerlukan sosialisansi dan pemahaman dari semua pihak. Saran yang dapat kami berikan adalah kembali kepada kesadaran diri individu masing-masing. Karena umat antar agama seharusnya memiliki keterbukaan dalam menanggapi dan melihat perbedaan yang ada di antara mereka. Selain itu, sangat diharapkan kebijakan dari pemerintah untuk mengambil langkah dalam menyelesaikan malasah konflik yang terjadi antar agama-agama di Indonesia.

                       












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar